Survei Evaluasi Prevalensi Mikrofilaria / PRE TAS

Nagekeo – Beberapa wilayah pelayanan BBTKLPP Surabaya masih menjadi daerah endemis Filariasi atau Penyakit Kaki Gajah. Dalam rangka mendukung upaya eliminasi Filariasis di Indonesia, BBTKLPP Surabaya turut aktif dalam melakukan survei evaluasi prevalensi mikrofilaria/PRE TAS atau pasca pengobatan massal Diethyl Carbamazine Cltrat (DEC) dan Albendazole dosis tunggal. Survei evaluasi prevalensi mikrofilaria dilakukan dengan pengambilan darah jari (SDJ) untuk pemeriksaan keberadaan mikrifilaria pasca pengobatan. Pada 24 – 29 Juni 2019 SDJ dilaksanakan di desa sentinel di Desa Tindakinde Kecamatan Wolowae dan desa spot check di Desa Nagarawe Kecamatan Boawea Kabupaten Nagekeo, NTT. Pengambilan darah dilakukan pada malam hari antara pukul 22.00 - 02.00 ketika puncak periodisitas parasit mikrofilaria. Selama tiga malam diperoleh 315 sampel dari desa sentinel dan 366 sampel dari desa spot check. Sampel darah kemudian dibuat sediaan hapusan darah tebal untuk dilakukan pemeriksaan mikriskopis. Saat ini sedang dilakukan entry dan analisis data pemeriksaan mikroskopis untuk penyusunan laporan. Selain Kabupaten Nagekeo, survei evaluasi prevalensi Mikrofilaria juga dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur dan Sumba Timur. Kedua lokasi ini juga akan dipilih dua desa berbeda kecamatan dengan kriteria belum pernah diperiksa mikrofilaria ataupun cakupan pengobatan POPM Filariasis rendah. 
Berita ini disiarkan oleh Instalasi Media Informasi Humas Laporan dan Perpustakaan BBTKLPP Surabaya. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BBTKLPP Surabaya melalui nomor (031) 3540189 dan alamat email kontak : humas@btklsby.go.id.
Web: www.btklsby.go.id
IG:btklsby
FB:btklsby
Youtoube : btklsby channel

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 34.204.173.45
: Indonesia