DISEMINASI INFORMASI PRE TAS KABUPATEN NGADA, REKOMENDASI TAS FILARIASIS 2022

DISEMINASI INFORMASI PRE TAS KABUPATEN NGADA, REKOMENDASI TAS FILARIASIS 2022

Ngada – Diseminasi Informasi menjadi salah satu langkah penting dalam rangkaian kegiatan surveilans. Data yang dikumpulkan kemudian diolah, disajikan, dianalisis, diintepretasi, menjadi laporan rekomendasi dan tindak lanjut perlu disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan. Diseminasi informasi hasil surveilans digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit. Untuk menyampaikan rekomendasi pasca pelaksanaan Survei Pre TAS Filariasis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 10 – 12 November 2021 diselenggarakan diseminasi informasi, penyampaian rekomendasi dan tindak lanjut kegiatan.

Diseminasi berupa penyerahan Policy Brief dan video kegiatan selama survei pada Juni lalu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, SKM, M.Adm.Kes bersama Kepala Seksi P2 dan Wabah. Diskusi dilanjutkan terkait dengan hasil kegiatan, rekomendasi, dan tindak lanjut kegiatan pada tahun 2022.

Survei Pre TAS di Kabupaten Ngada ditemukan satu responden (0,15%) yang positif cacing Filaria spesies Brugia timori. Untuk itu, tim BBTKLPP Surabaya membawa usap darah jari pada responden positif Filariasis untuk dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium pasca pengobatan lanjutan.

Meskipun satu orang positif, namun Kabupaten Ngada dinyatakan tidak terjadi penularan. Sebab mikrofilaria rate kurang dari 1 persen. Hasil ini tetap perlu dipertahankan melalui pemantapan promosi kesehatan dan pelibatan masyarakat dalam upaya pengendalian vektor dan perilaku untuk menghindari gigitan vektor nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, serta kepatuhan minum obat pencegahan Filariasis (POPM). Kepatuhan obat ini penting, sebab Kabupaten Ngada masih dalam tahun kelima Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM).

Upaya eliminasi Filaria di Kabupaten Ngada yang telah diselenggarakan selama kurang lebih lima tahun dapat dilanjutkan pada tahapan berikutnya. Tahapan ini yaitu Survei Penularan Filariasis (Transmission Assessment Survey TAS). Survei TAS pada tahun 2022 akan diselenggarakan pada enam (6) bulan setelah pengobatan tahun ke-5 melalui pemeriksaan darah jari anak usia 6 – 7 tahun atau anak sekolah dasar kelas 1 dans 2. Untuk kebutuhan ini dikumpulkan data awal jumlah sekolah dasar atau yang setingkat dan jumlah siswa di Kabupaten Ngada. Tindak lanjut lain yang disampaikan kewaspadaan pada transmisi baru melalui surveilans dan deteksi dini. Keberhasilan POPM perlu dijaga melalui model-model baru untuk meningkatan cakupan dan kepatuhan minum obat.

Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.91.92.194
: Indonesia