KEWASPADAAN DINI : SURVEILANS FAKTOR RISIKO KERACUNAN MAKANAN DI KABUPATEN MALANG

Malang – Untuk memastikan keamanan makanan di lokasi khusus seperti pondok pesantren dan tempat pengelolaan makanan, pada 2 – 4 Juni 2021 diselenggarakan Surveilans Faktor Risiko Keracunan Makanan. Tim Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Puskesmas Kasembon, mengidentifikasi faktor risiko potensial keracunan makanan di salah satu pondok pesantren dan depot makanan di sekitarnya.
Identifikasi faktor risiko dilakukan dengan pengambilan contoh uji makanan, minuman, air bersih, air minum, usap alat makan, dan usap tangan penjamah makanan. Tingkat pengetahuan dan sikap terkait higiene sanitasi dan pengendalian vektor pembawa penyakit diukur menggunakan kuisioner. Kuisioner disebarkan pada 25 santri putra dan putri. Selain itu juga dilakukan edukasi dan promosi kesehatan tentang kebersihan, higiene pribadi, serta praktik cuci tangan yang baik dan benar.
Kajian ini merupakan bentuk kewaspadaan dini kejadian penyakit bawaan makanan. Pada kajian BBTKLPP Surabaya sebelumnya, keracunan makanan dapat terjadi akibat kontaminasi zat kimia dan agen biologi berbahaya pada bahan makanan mentah, penjamah makanan, dan alat makan yang kurang baik higiene sanitasinya.
Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 34.239.179.228
: Indonesia