SOSIALISASI DAN ADVOKASI KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN LUMAJANG

Lumajang - Menindaklanjuti penyelidikan epidemiologi tersangka Lesptospirosis di Kabupaten Lumajang  pada akhir Maret lalu, pada 7 – 8 April 2021 diselenggarakan sosialisasi dan advokasi hasil kegiatan. Kegiatan yang bertempat di dua Puskesmas Lokus, Penanggal dan Sukodono, tersebut  dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Lintas Sektor dan Lintas Program terkait. Sub Koordinator Advokasi KLB BBTKLPP Surabaya memaparkan hasil kegiatan sekaligus menyampaikan sosialiasi pencegahan dan pengendalian penyakit Leptopsirosis. Pada kesempatan yang sama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan Surveilans dan Pengendalian Leptospirosis dari.
Sosialiasi dan advokasi turut dihadiri Camat Candipuro, Sekretaris Kecamatan Sukodono,  Kapolsek, Koramil, Kepala Puskesmas, Bidan Desa, Tim TGC, kader desa, perwakilan pemerintahan desa, dan perwakilan RT/RW.
Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan kejadian leptospirosis pada dua orang pasien disebabkan faktor risiko pekerjaan sebagai petani dan akibat banjir. Keduanya tidak mengenakan alat pelindung diri. Sementara hasil pengamatan lingkungan mendapatkan kepadatan tikus di lingkungan tempat tinggal penderita sangat tinggi. Hasil pengujian laboratorium menggunakan metode Microscopic Agglutination Test (MAT) pada serum seorang pasien diidentifikasi beberapa serovar  bakteri leptospira pathogen. Yaitu Bataviae, Canicola, Icterohaemorragie, Mankarso, Javanica dan Georgia. Adapun pengujian 23 ginjal tikus menggunakan metode Real Time PCR mendapatkan 4,3% ginjal tikus mengandung DNA bakteri Leptospira.
Forum menyepakati beberapa tindak lanjut dan peran lintas sektor dan lintas program di wilayah Puskesmas Penanggal dan Puskesmas Sukodono. Kesepakatan tindak lanjut ini terkait pencegahan penyebaran penyakit Leptospirosis. Kesepakatan antara lain surveilans ketat dan skrining gejala pasca banjir oleh Puskesmas; pemberantasan tikus secara serentak di lingkungan oleh masyarakar dikoordinir pemerintah desa; Pengendalian tikus secara lintas sektor dipimpin kecamatan; Sosialisasi tentang gejala penyakit leptospira dan pencegahannya kepada masyarakat melalui forum di desa; kader desa melaporkan kepada Puskesmas melalui bidan desa apabila ditemukan warga yang memiliki gejala leptospirosis, sekaligus mempromosikan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta higiene pribadi.
Kontributor :     1. Fransica Susilastuti
                        2. Evi Noerista
Editor             :     Ratna Ayu

Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 34.239.179.228
: Indonesia