PENINGKATAN KEWASPADAAN LEPTOSPIROSIS PADA MUSIM HUJAN

Malang – Musim penghujan,  potensi banjir, dan tanah longsor menjadi sinyal kewaspadaan dini kejadian Leptospirosis. Leptospirosis termasuk penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari binatang ke manusia. Infeksi pada manusia pada umumnya disebabkan oleh roden/ tikus, kadang- kadang babi dan anjing. Leptospirosis merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Bakteri Leptospira ini hidup di air , sehingga air menjadi sarana penular dari hewan ke manusia.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada 25 Maret 2021, menginformasikan satu kematian yang diidentifikasi sebagai probable Leptospirosis yang beralamat di Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Menindaklanjuti informasi tersebut, pada 30 Maret – 01 April 2021, BBTKLPP Surabaya menurunkan tim penyelidikan epidemiologi, bersama dengan tim  dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dan Puskesmas Ngantang. Penyelidikan epidemiologi difokuskan di dusun Songkorejo. Penyelidikan epidemiologi bertujuan menjabarkan kronologi kejadian luar biasa dan menegakkan diagnosis konfirmasi Leptospirosis.
Penyelidikan melalui penggalian informasi terkait aktifitas kasus dua pekan sebelum sakit dan meninggal dunia. Pengambilan serum darah yang telah diambil oleh RS Universitas Muhammadiyah Malang. Pengambilan serum untuk kebutuhan pemeriksaan Microscopic Agglutination Test (MAT) untuk mengetahui jenis strainnya. Tim melakukan pemasangan perangkap tikus. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kepadatan, identifikasi spesies, dan keberadaan bakteri leptospira melalui pemeriksaan PCR dari sampel ginjal tikus. Juga dilakukan survei sanitasi lingkungan dan pemantauan lokasi pasca bencana longsor untuk mengidentifikasi habitat tikus.
Hasil perangkap menunjukkan perangkap sukses sebesar 19 %, termasuk kepadatan tinggi  karena lebih dari standar sebesar 2 %.  Selanjutnya tikus dibedah untuk mengambil ginjal yang selanjutnya diperiksa di Laboratorium BBTKLPP Surabaya bersama satu sampel MAT dari kasus probable.
Bersamaan dengan kegiatan penyelidikan epidemiologi, dilakukan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan Leptospirosis di masyarakat. Masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan individu dan sanitasi lingkungan.  Antara lain membersihkan tangan dan bagian tubuh lainnya setelah bekerja di sawah/kebun dan peternakan, menjaga kebersihan kandang ternak. Termasuk memberikan pengetahuan tentang bahaya, cara penularan penyakit, serta penggunaan alat pelindung diri bagi petani dan peternak yang merupakan kelompok risiko tinggi Leptospirosis, dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan, vaksinasi terhadap hewan ternak, sanitasi lingkungan dengan membersihkan tempat-tempatyang berpotensi menjadi sarang tikus, pemberantasan massal hewan pengerat secara massal.
Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.236.228.250
: Indonesia