KEGIATAN PE LEPTOSPIROSIS KAB LUMAJANG

Lumajang - Menindaklanjuti adanya laporan dua kasus terduga Leptospirosis di Kabupaten Lumajang dan permohonan pemeriksaan faktor risiko Leptospirosis pada lingkungan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, pada 25 – 27 Maret 2021 BBTKLPP Surabaya bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi rumor kejadian Leptospirosis.
Kegiatan diawali dengan koordinasi antara BBTKLPP Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Puskesmas Sukodono, Puskesmas Penanggal, Perangkat dari Dusun Biting dan Dusun Sumber Sari. Koordinasi untuk memantapkan mekanisme kegiatan di lapangan. Tim mekukan penyelidikan epidemiologi melalui wawancara, pengamatan faktor risiko, dan pengendalian vektor dengan memasang perangkap tikus di tempat tinggal penderita, lingkungan sekitar rumah penderita, dan tempat penderita biasa beraktivitas. Selanjutnya dilakukan identifikasi dan pembedahan ginjal tikus.
Penyelidikan epidemiologi, pengamatan faktor risiko, dan trapping dilakukan di dua desa kasus. Lokasi pertama di Dusun Biting, success trap sebesar 20 %. Sebagian besar jenis Rattus novergicus atau tikus besar/tikus got. Kepadatan tikus cukup tinggi sebab success trap di habitat luar rumah ? 2. Banjir terjadi sebelumnya, dan penderita kemungkinan terpapar bakteri Leptospira saat membersihkan rumah dan sekitarnya tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri. Tim juga melakukan pengambilan serum di RSUD dr. Haryoto Lumajang, tempat penderita dirawat.
Penyelidikan epidemiologi di lokasi kedua, Dusun Sumbersari. Tangkapan sukses lebih dari 20%.  Spesies tikus sebagian besar Rattus diardii (tikus rumah) dan Rattus exulans (tikus sawah/kebun). Kepadatan tikus di sekitar tempat tinggal penderita cukup tinggi. karena trap success di habitat luar rumah 2. Berdasarkan wawancara, kemungkinan besar terpapar bakteri Leptospira dari kegiatan sehari-hari penderita yang bekerja sebagai petani.
Kegiatan pengambilan serum dan ginjal tikus kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium di BBTKLPP Surabaya. Serum diuji menggunakan metode Microscopic Agglutination Test (MAT). Metode ini untuk mengetahui jenis serovar bakteri  Lepospirosis. Adapun ginjal tikus diuji menggunakan metode PCR untuk mengetahui keberadaan bakteri leptospira.
Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.236.228.250
: Indonesia