PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN SYARAT PENDIRIAN LABORATORIUM BIOMOLEKULER BERBASIS RT-PCR BAGI PROVINSI NTT

Surabaya – Komitmen BBTKLPP Surabaya pada penanganan COVID-19 di Provinsi NTT terus berlanjut. Pada 11 Februari 2021, BBTKLPP Surabaya bekerjasama dengan Pemerintah dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyelenggarakan pertemuan penguatan dan pendampingan syarat pendirian Laboartorium Biomolekuler Berbasis RT-PCR.  Pertemuan secara daring tersebut menjadi ajang pengenalan syarat-syarat laboratorium biomolekuler, kesiapan daerah, dan mengumpukan komitmen para peserta dalam membangun laboratorium pemeriksaan spesimen COVID-19 di Provinsi NTT.

Hadir dalam kegiatan perwakilan pemerintah kabupaten/kota, DPRD kabupaten/kota, dinas kesehatan kabupaten/kota, RSUD, Laboratorium PCR dari seluruh provinsi NTT. Kehadiran perwakilan pemerintah kabupaten/kota dari seluruh NTT ini penting sebab pembangunan dan operasionalisasi laboratorium pemeriksaan COVID-19 membutuhkan kesiapan dan dukungan penuh pemerintah daerah. Kesiapan dan dukungan itu mulai dari tenaga laboratorium, sarana prasarana gedung listrik air bersih, alat mesin dan bahan habis pakai, kepastian biosafety dan biosecurity, sampai memastikan metode yang tepat sehingga tidak menyebabkan penularan ke lingkungan.

Saat ini, pemeriksaan spesimen COVID-19 di Provinsi NTT baru dapat dilakukan dua laboratorium untuk 22 kabupaten/kota. Yaitu Laboratorium RSUD Prof. Dr. W Z Johannes dan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat. Menyusul siap dioperasionalkan dua Kontainer Laboratorium PCR yang berada di Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Tingkat III Kupang dan Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Samuel J Moeda. Meski begitu, dengan peningkatan jumlah kasus di Provinsi NTT, laboratorium yang ada belum dapat mengatasi. Ini menyebabkan penumpukan spesimen hingga rampung diperiksa 1 – 2 minggu. Oleh karena itu, penambahan fasilitas dan kapasitas laboratorium menjadi solusi jangka panjang dalam percepatan testing COVID-19. Sembari melakukan solusi jangka pendek dengan mengirim spesimen ke laboratorium di Surabaya.

Mengingat kondisi geografis Provinsi NTT yang terdiri dari kepulauan , maka interkonektivitas antar pulau dan kabupaten/kota juga harus menjadi ciri dari penambahan fasilitas laboratorium ini, melalui penambahan Laboratorium PCR Berbasis Pulau. Dengan gambaran satu laboratorium PCR di Pulau Sumba, dua di Pulau Flores, dan tiga di Pulau Timor. Solusi ketiga dengan Mobile PCR untuk mendukung kabupaten di luar Kupang.

Pada setiap solusi, BBTKLPP Surabaya siap mendukung. Melalui pendampingan dan penyiapan laboratorium, visitasi dan assesment, sampai memberikan pelayanan mobil laboratorium surveilans bergerak ke Provinsi NTT.

Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com.

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.238.186.43
: Indonesia