Monitoring Resistensi Insektisida Vektor Malaria di Kabupaten Belu

Belu – Meskipun masih berjibaku dengan penanganan Covid-19, bukan berarti kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit lain menjadi terabaikan. Salah satunya pencegahan dan pengendalian penyakit malaria.
Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi daerah dengan kasus malaria tinggi. Salah satu kegiatan pengendalian penyakit malaria yang dilaksanakan Tim BBTKLPP Surabaya adalah Monitoring Resistensi Insektisida Vektor pada 13 Juli 2020.  Tim melakukan penangkapan nyamuk Anopheles di malam hari lalu menguji resistensi vektor malaria terhadap insektisida menggunakan metode WHO Suscepbility Test. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas insektisida program yang digunakan apakah masih mampu mengurangi populasi nyamuk Anopheles di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.  
Hasil kegiatan dilaporkan kepada Ditjen P2P, Dinas kesehatan Provinsi NTT, dan Dinas Kesehatan kabupaten Belu sebagai bahan masukan dalam evaluasi program pengendalian vektor Malaria. Sehingga, pada gilirannya dapat mengendalikan kasus Malaria di Nusa Tenggara Timur.
(Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com).

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.235.107.209
: Indonesia