UJI COBA RAPID DETEKSI TES SAKARIN PADA MAKANAN DAN MINUMAN JAJANAN
28

Surabaya – Sakarin sebagai pemanis buatan yang ditambahkan dalam makan dan minuman bisa jadi sudah banyak diketahui. Namun, sadarkah kita sebagai unsur kimia  buatan penggunaan sakarin berlebihan pada makanan dapat menimbulkan dampak negatif. Diantaranya migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, bahkan dapat memicu kanker otak dan kandung kemih karena sifatnya yang karsinogenik. 
Untuk memastikan keamanan makanan jajanan tidak mengandung sakarin yang berlebihan, BBTKLPP Surabaya mengembangkan teknologi tepat guna pengujian cepat sakarin pada makanan dan minuman. Teknologi tepat guna ini dikembangkan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia yang secara cepat menunjukkan keberadaan sakarin dalam makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang ditetesi RDT Sakarin, disimpulkan positif mengandung sakarin apabila terlihat perubahan warna kuning dan ada endapan. Sakarin negatif apabila warna berubah menjadi putih. 
Untuk mengawali uji coba efektifitas RDT Sakarin, pada di laboratorium, pada 28 – 30 Agustus 2019 dilakukan pengambilan sampel makanan dan jajanan pasar. Bekerjasama dengan PD Pasar Surya, dipilih pasar tradisional di Surabaya sebagai lokasi pengambilan sampel. Sebanyak 20 sampel makanan dan minuman yang berpotensi mengandung sakarin dikumpulkan dari Pasar Pacar Keling, Pasar Tambak Rejo dan Pasar Pucang, segera menyusul pasar tradisional lainnya. Contoh uji yang dikumpulkan berupa es cendol, es cao, es cincau, kue basah dll. Makanan diambil secara acak yang mana sudah diolah atau dimasak seperti sirup. Sampel makanan dan minuman diperiksa kandungan sakarin di laboratorium menggunakan RDT yang sedang dikembangkan.
PD Pasar Surya menyambut baik upaya BBTKLPP Surabaya. Berharap hasil pemeriksaan kandungan sakarin pada makanan dan minuman tradisional dapat dimanfaatkan sebagai bahan kebijakan pembinaan pedagang, sehingga lebih memperhatikan kesehatan konsumen. 
Sakarin adalah sejenis pemanis  buatan dengan struktur dasar Sulfinida Benzoat. Berbeda dari karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan energi dan memiliki tingkat kemanisan 400 kali lipat dibandingkan sukrosa dan 300 kali gula pasir. Penambahan sakarin terlalu banyak  menimbulkan rasa pahit dan getir. Es krim, gula-gula, es puter, selai, kue kering, dan minuman fermentasi biasanya diberi pemanis sakarin. Sakarin sangat populer digunakan dalam  industri makanan dan minuman karena harganya yang murah. 
Berita ini disiarkan oleh Instalasi Media Informasi Humas Laporan dan Perpustakaan BBTKLPP Surabaya. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BBTKLPP Surabaya melalui nomor (031) 3540189 dan alamat email kontak : humas@btklsby.go.id.
Web: www.btklsby.go.id
IG:btklsby
FB:btklsby
Youtoube : btklsby channel

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 34.204.173.45
: Indonesia