Evaluasi dan Tindak Lanjut Surveilans Rodent Pes di Wilayah Silvatik
21

Pasuruan – Kabupaten Pasuruan masih menjadi daerah pengamatan penyakit pes. Sebagai bentuk evaluasi kegiatan semester I Tahun 2020 dan penentuan lokasi surveilans rodent pes di wilayah silvatik semester berikutnya, pada Selasa – Kamis, 28 – 30 Juli 2020 diselenggarakan Rapat Koordinasi Kegiatan Survei Rodent Pes bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan dibuka oleh Kepala BBTKLPP Surabaya dihadiri pengelola program pes, kepala Puskesmas Nongkojajar, Sumberpitu, Puspo, Tosari, Paserpan; petugas rodent dan human surveilans dari 5 wilayah puskesmas pengamatan pes, dan petugas laboratorium zoonosis BBTKLPP Surabaya.

Kegiatan rodent surveilans dan human surveilans di lima (5) puskesmas wilayah pengamatan pes telah dilaksanakan dan tidak terganggu pandemi Covid-19. Hasilnya, lima lokasi pengamatan secara umum dalam kategori aman dan tidak ada perubahan ekstrim sehingga tidak mengganggu habitat tikus dan migrasi tikus. Kepala BBTKLPP Surabaya menyampaikan bahwa perlu adanya trobosan baru terkait penelitian kepadatan tikus dan merubah perilaku masyarakat dalam upaya pengendalian pes. Diskusi berhasil menentukan tujuh (7) lokasi pengamatan daerah silvatik roden pes yang meliputi hutan-hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Selanjutnya disusun jadwal survei wilayah silvatik yang diselenggarakan pada Agustus – September  2020, serta mempersiaplan logistik survei rodent.

(Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com).

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 3.235.107.209
: Indonesia