Kajian BBTKLPP Surabaya Terbaru : PSBB Surabaya Bisa Diakhiri
65

Surabaya – Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya bisa tidak diperpanjang dengan syarat-syarat tertentu. Hal tersebut terungkap dalam kajian BBTKLPP Surabaya berjudul “Surabaya menuju New Normal, Sebuah Kajian Epidemiologi” yang disampaikan pada publikasi hasil kajian Senin (08/08).  Jika tidak lagi berstatus daerah yang menerapkan PSBB, pemerintah kota dan jajarannya perlu melakukan pengawasan ketat pelaksanaan protokol kesehatan. Caranya melalui pemberdayaan masyarakat untuk pembentukan satgas COVID pada unit RT dan RW serta pelibatan kader kesehatan setempat.

Kajian ini mengevaluasi pelaksanaan PSBB dan kesiapan Kota Surabaya menuju situasi new normal atau kelaziman baru. Kajian menggunakan metode cross sectional menggunakan data sekunder dan matematik data yang diperoleh selama pra PSBB sampai PSBB Tahap III dari Maret sampai awal Juni 2020.  

Pendekatan matematik Polynomial Orde 2 ini dapat memprediksi penambahan kasus perhari. Penambahan kasus setiap hari berdasarkan pendekatan tersebut bersamaan dengan intervensi sebanyak 90 kasus perhari. Berbeda jika tanpa intervensi penambahan kasus di Surabaya bisa mencapai 141 kasus setiap hari. Kasus dapat bertambah sangat tergantung pada ketaatan dan adanya intervensi perilaku di masyarakat.

Terkait efektifitas penerapan PSBB di Kota Surabaya dinilai tidak berpengaruh secara signifikan. Sebab kasus masih terus meningkat pada PSBB I, PSBB 2, dan juga di akhir PSBB 3, dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah Surabaya Timur dan terendah di Surabaya Barat. Peningkatan kasus ini dapat terjadi akibat meningkatnya kualitas penelusuran kontak atau surveilans epidemiologi, ketatan masyarakat pada protokol kesehatan, dan ditemukannya kluster baru di Surabaya timur. Penambahan klaster di Surabaya sampai 17 buah. Kajian lebih dalam dapat dilakukan untuk meneliti perilaku kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan serta data dalam unit kelurahan sehingga dapat diketahui kantong-kantong kasus baru.

Terkait kesiapan Surabaya menuju new normal atau kelaziman baru didasarkan pada pemenuhan 15 indikator dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID Nasional. Kesiapan new normal harus memenuhi syarat epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan sejatinya Surabaya baru memenuhi satu indikator, yaitu peningkatan jumlah spesimen yang diperiksa. Hal ini tidak lepas dari peran banyak pihak, termasuk BBTKLPP Surabaya dalam pemeriksaan spesimen, mobil PCR yang secara aktif melakukan pengambilan usap, on the job training dan pendampingan petugas laboratorium di Kota Surabaya. Surabaya telah memenuhi standar minimal pemeriksaan 1 : 1000 penduduk. Saat ini spesimen yang diperiksa sebanyak 9000 spesimen. “Itu sudah ada keterwakilan spesimen sesuai dengan realitas kasus positif di Surabaya,” tegas dr. Teguh Mubawadi, juru bicara kajian kesiapan New Normal. Kasus kematian sebanyak 3 % sedangkan kasus sembuh mencapai 7 %. Teguh mengatakan hal tersebut merupakan hal baru sehingga Kota Surabaya lebih siap melaksanakan situasi normal baru menjelang berakhirnya PSBB.

Menyoal keberlanjutan penerapan PSBB, jika PSBB dilanjutkan dapat berdampak pada perekonomian masyarakat. Jika dihentikan maka perlu dilakukan surveilans kontak secara ketat baik pemeriksaan laboratorium, penelusuran atau tracing kontak, dan peningkatan pelayanan kesehatan. Peningkatan surveilans ketat dapat memutuskan mata rantai penularan hanya harus didukung penyediaan pelayanan kesehatan. “Surveilans yang baik akan meningkatkan penemuan kasus, maka butuh pelayanan kesehatan yang cukup. Paling tidak RS harus menyediakan 60% fasilitas untuk pasien covid,” tegas dr. Teguh.

(Berita ini disiarkan oleh BBTKLPP Surabaya. BBTKLPP Surabaya menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. BBTKLPP Surabaya tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapunan . Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon (031) 3540189 atau email btklsbyhumas@gmail.com).

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 34.239.167.74
: Indonesia