Workshop Penguatan Surveilans dan Kajian Pengendalian Zoonosis di Wilayah Layanan BBTKLPP Surabaya

PASURUAN - Sebagai upaya penguatan surveilans dan kajian pengendalian zoonosis di wilayah layanan BBTKLPP Surabaya, pada 07 – 09 November 2018 diselenggarakan  workshop yang mengundang lintas sektor di bidang pengendalian penyakit hewan yang secara alami dapat menular kepada manusia tersebut. Pertemuan yang dilaksanakan di Taman Dayu Golf Club and Resort tersebut diikuti peserta dari dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas peternakan, dinas pertanian, rumah sakit wilayah layanan, dan BBTKLPP Surabaya sebanyak 65 orang. Pembahasan penyakit zoonosis pada pertemuan dikhususkan untuk tiga (3) penyakit zoonosis yaitu rabies, leptospirosis, dan antraks. Narasumber workshop berasal dari Dirjen P2P, Direktur P2PTVZ, Dinas Kesehatan provinsi, dan BBTKLPP Surabaya memaparkan tentang kebijakan pencegahan dan pengendalian Zoonosis, serta upaya operasional teknis dalam memperkuat surveilans tiga (3) penyakit zoonosis tersebut.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes berkesempatan membuka Workshop dan memberikan arahan. Dirjen P2P menggarisbawahi pentingnya pengendalian masalah zoonotik sebagai satu kesatuan dan bukannya fragmented. Diperlukan kerjasama  lintas sektoral dalam pengenaliannya. Dirjen 2P memperkenalkan istilah  multisektoral Pengendalian maslaah zoonotik tidak bisa fragmented. Penanganan kesehatan manusia dan kesehatan hewan melalui payung yang sama yaitu One Health. Pada tataran praktis surveilans perlu dilakukan dengan pengawasan terus menerus secara terukur, dianalisa, disimpulkan, diambil tindakan, dan disebarluaskan dalam rangka pencegahan dan respon. Meskipun tidak mudah, langkah operasional ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak mungkin orang untuk bersama-sama mengerjakan. “Tidak ada jarum yang jatuh tanpa kita ketahui di kesehatan manusia dan hewan,” ucap dr. Anung.  

Peserta workshop mendiskusikan kertas kerja kajian zoonosis melalui langkah identifikasi, prediksi, pencegahan, dan respon. Identifikasi dilakukan pada agen, sumber penularan, cara penularan, dan faktor risiko. Proses identifikasi menyaratkan penguatan kapasitas laboratorium dan pelaporan kasus pada manusia, hewan peliharaan, dan binatang liar. Prediksi melalui kegiatan surveilans dan investigasi pada penyakit potensial wabah. Pencegahan dengan meminimalisir kontak dengan faktor risiko. Langkah pencegahan diperlukan identifikasi faktor risiko transmisi penyakit dan membangun strategi mitigasi. Langkah Respon melalui kerjasama secara erat secara multisektor dan organisasi profesional. Oleh karena itu diupayakan memperkuat respon multisektoral pada kejadian luar biasa/wabah.

Peserta menyepakati poin-poin tentang tantangan pengendalian penyakit zoonosis di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.  Tantangan terkait penegakan diagnosis konfirmasi kasus yang belum optimal, pencegahan penyakit zoonosis, dan pengendalian faktor risiko. Untuk mengatasi tantangan tersebut guna optimalisasi sumber daya material, metode, teknis, manusia dan waktu.

Berita ini disiarkan oleh Instalasi Media Informasi Humas Laporan dan Perpustakaan BBTKLPP Surabaya. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BBTKLPP Surabaya melalui nomor (031) 3540189 dan alamat email kontak : humas@btklsby.go.id

btklsby.go.id

@btklsby

@btklsby

 

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 18.212.92.235
: Indonesia