Verifikasi Rumor KLB Keracunan Gas di Kabupaten Lamongan
26

Verifikasi Rumor KLB Keracunan Gas di Kabupaten Lamongan

Lamongan – Bermula dari kejadian kematian 2 Anak Buah Kapal (ABK) penangkap ikan KM Bunga Mekar di TPI Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada 11 Desember 2018, BBTKLPP Surabaya diminta Satreskrim Polres lamongan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Kematian ABK tersebut disinyalir akibat keracunan gas tangkapan ikan yang membusuk. Berkoordinasi dengan Puslabfor Polda Jatim, Satreskrim Polres Lamongan, Polairud, Pelabuhan Perikanan Brondong, dan KKP Kelas I Surabaya Wilker Tuban, BBTKLPP Surabaya melakukan verifikasi kasus keracunan gas pada nelayan ABK KM Bunga Mekar pada 13 Desember 2018.

BBTKLPP Surabaya melakukan pengukuran kandungan gas toksik di palka penampungan ikan. Pengambilan gas dilakukan dengan midget impinger untuk mengukur secara lebih sensitif kadar gas amoniak   yang mana diperiksa di laboratorium. Pengukuran karbon monoksida (CO), metana (CH4), hidrogen sulfida (H2S) dan sulfur dioksida (SO2) dilakukan secara langsung menggunakan alat gas detector milik labfor Polda Jatim. Pengukuran dilakukan di dalam bak penyimpanan ikan di ruang palka KM Bunga Mekar dibantu oleh polisi air yang mengenakan perlengkapan selam  berupa masker dan tabung oksigen.

Hasilnya menunjukkan kadar beberapa gas jauh di atas nilai ambang batas Permenakertrans Nomor PER 13/MEN/X/2011 tentang Nilai ambang batas faktor kimia dan fisika di tempat kerja. Bau menyengat di ruang penyimpanan ikan busuk, merupakan bau campuran dari gas-gas hasil dekomposisi protein ikan, apalagi selama beberapa hari palka ruang penyimoanan ikan ditutup rapat. Gas ini dapat menyebabkan pusing dan mual tak hanya nelayan yang berada di atas perahu, namun juga pada pada orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sayangnya, praktek menyimpan ikan busuk yang tidak memiliki nilai ekonomis ini masih sangat marak, sebab masih ada yang mencari untuk digunakan bahan pakan ternak. Praktik tersebut diperparah dengan tanpa penambahan es dan garam sebagai bahan pengawet. Padahal penambahan es dan garam dapat berperan mengikat gas yang terbentuk seperti NH3 dan H2S ketika ikan mulai proses pembusukan sehingga tidak lepas ke udara. Untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa yang akan datang, para  nelayan perlu diberikan pengertian mengenai bahaya penyimpanan ikan dalam ruang tertutup selama berhari-hari. Perlu pula diberi peluang mendapatkan bahan es dan garam sebagai pegawet secara mudah dan terjangkau. Sebagai tindak lanjut verifikasi kasus keracunan gas dan pencegahan kejadian serupa, pada 18 Desember 2018 dilakukan verifikasi lanjutan. Pengukuran kadar gas dilakukan di ruang penyimpanan ikan busuk, palka mesin kapal sebelum mesin hidup dan sesudah mesin dihidupkan.

Berita ini disiarkan oleh Instalasi Media Informasi Humas Laporan dan Perpustakaan BBTKLPP Surabaya. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BBTKLPP Surabaya melalui nomor (031) 3540189 dan alamat email kontak : humas@btklsby.go.id.

btklsby.go.id

@btklsby

@btklsby

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 18.212.92.235
: Indonesia