FOOD SECURITY PADA ACARA THE 5TH GLOBAL HEALTH SECURITY AGENDA (GHSA) MINISTERIAL MEETING
26

Global Health Security Agenda (GHSA) muncul sebagai forum kerja sama antar negara yang bersifat terbuka dan sukarela, dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas nasional dalam penanganan ancaman penyakit menular dan kesehatan global. Diluncurkan pada Februari 2014 dengan 29 negara anggota sebagai inisiatif 5 tahun. Saat ini GHSA telah beranggotakan 65 negara dan didukung oleh badan-badan PBB seperti WHO, FAO, OIE, Bank Dunia, serta organisasi non pemerintah dan sektor swasta.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri GHSA ke-5 pada tanggal 6-8 November 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center 2 (BNDCC 2), Bali.

Pertemuan ini merupakan pertemuan tahunan dan tertinggi dalam forum GHSA dengan tujuan untuk meningkatkan komitmen negara dalam mencapai ketahanan kesehatan global, regional, dan nasional, sekaligus sebagai upaya berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah.

Dari konteks nasional, pertemuan diharapkan dapat mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional dan lebih meningkatkan kerja sama lintas sektor, serta menjadi ajang bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pencapaian ketahanan kesehatan global dan nasional.

Dalam ikut serta mensukseskan acara tersebut Tim BBTKLPP Surabaya yang merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Surabaya Melakukan Kegiatan Pengawasan Kesehatan Pangan / Food Security  Terhadap Sajian Hidangan Yang Akan Diberikan Terhadap Pejabat Negara Dan Tamu Undangan Untuk Memastikan Hidangan Tertsebut Bebas Dari Bahan Berbahaya. Pemeriksaan dilakukan secara kimia untuk mengetahui kandungan Nitrit, Sianida, Arsen, Boraks, dan Formalin. Adapun pemeriksaan secara mikrobiologi untuk memastikan makanan tidak mengandung E. coli, Salmonella, dan Staphillococcus. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya pencegahan kejadian gangguan kesehatan dalam situasi khusus, seperti keracunan makanan ataupun penyakit yang ditularkan lewat makanan.

Pemeriksa makanan tersebut dilakukan di 3 tempat

1. Bali Nusa dua convention center (BNDCC) ,  tempat digelar nya kegiatan GHSA

2. Hotel Mulia,  tempat menginap tamu undangan,  menteri Negara dan peserta pertemuan

3. Hotel Ayodya, tempat dilakukan gala dinner pada hari selasa malam

Di BNDCC  dilakukan pemeriksaan snack pagi,  makan siang dan snack sore

Di hotel mulia,  dilakukan pemeriksaan makanan pada menu makan pagi

Di hotel Ayodya,  dilakukan pemeriksaan makanan untuk kegiatan gala dinner peserta pertemuan.

(HUMAS BBTKLPP Surabaya)

btklsby.go.id

@btklsby

@btklsby

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 54.167.95.51
: Indonesia