Respon Cepat Gempa Lombok, BBTKLPP Surabaya Turunkan Tiga Tim Berturutan
84

Dalam upaya respon cepat pencegahan dan pengendalian kejadian penyakit pasca bencana gempa yang menguncang Pulau Lombok pada 29 Juli dan 5 Agustus 2018, BBTKLPP Surabaya menerjunkan tim respon cepat sebanyak tiga kali. Tim pertama diberangkatkan pada H+1 gempa pertama. Gabungan tim dengan petugas Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinkes Lombok Utara, dan Dinkes Lombok Timur melakukan penilaian dan pemetaan masalah kesehatan di lokasi pengungsian dengan dampak gempa terparah di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Tim pertama menemukan potensi penyakit menular di pengungsian sepeti diare dan ISPA. Oleh karena itu, tim berkesimpulan perlu peningkatan sarana sanitasi, dapur umum, pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkualitas, dan jamban sehat yang cukup.

Tim respon cepat kedua berangkat menuju lokasi gempa pada  6 Agustus 2018. Tim dan tenaga medis yang telah bergabung dengan tim kesehatan instansi lainnya melakukan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan di Kecamatan Gangga dan Kecamatan Tanjung. Tim melakukan penilaian dan pemetaan masalah kesehatan di wilayah Kecamatan Nipah, Tanjung, dan Pamenang serta identifikasi faktor risiko potensial penyakit pasca bencana.

Tim ketiga diberangkatkan pada 19 – 24 Agustus 2018. Tim berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi NTB dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Berdasarkan hasil penilaian dan pemetaan masalah kesehatan sebelumnya, misi tim ketiga untuk memberikan dukungan logistik bencana berupa Chlorine Diffuser sebanyak 150 unit. Chlorin Diffuser bermanfaat untuk desinfeksi air minum di lokasi pengungsian sehingga lebih aman dikonsumsi. Logistik lain yang dikirim berupa hygiene kit sebanyak 240 paket, MCK darurat sebanyak 2 set, kelambu berinsektisida malaria ukuran 180 x 200 cm sebanyak 22 buah, dan polybag sebanyak 200 lembar. Kelambu berisektisida diperlukan untuk pencegahan malaria di salah satu lokasi kantong malaria terdampak gempa, yaitu Daerah Belanting Lombok Timur. Pemasangan MCK dilakukan di RSUD Kota Mataram. Akibat gempa,  praktis upaya pelayanan kesehatan tersendat. Pelayanan kesehatan dilaksanakan di halaman menggunakan tenda-tenda darurat. Bantuan MCK di RSUD dinilai tepat untuk mendukung MCK di lingkungan rumah sakit.

BBTKLPP Surabaya sebagai bagian dari kluster kesehatan mendapatkan tugas melakukan monitoring kualitas air minum. Tingginya kasus diare menjadikan tugas ini sangat penting untuk  ditangani secara cermat dan waktu yang cepat. Titik-titik pengambilan contoh uji air minum ditentukan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Pemeriksaan kualitas air secara mikrobiologi bekerjasama dengan UPT Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Mataram. (Laporan Niken Probo Sutanti dari Pulau Lombok , Nusa Tenggara Barat).

btklsby.go.id

@btklsby

@btklsby

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 54.167.95.51
: Indonesia