Ukir Sejarah....BBTKLPP Surabaya Tandatangani Kerja Sama Uji Resistensi Anti Mikrobial
312

Pasuruan - BBTKLPP Surabaya merintis sejarah baru terkait upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah layanan. Pada 26 Pebruari 2018, ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) atau kerjasa sama antara Kepala BBTKLPP Surabaya dengan Kepala Dinas Kabupaten Pasuruan dan Direktur RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Perjanjian kerjasama diarahkan untuk penguatan fungsi Instalasi Laboratorium P2P Nongkojajar  yang mulai beroperasi sejak akhir  2017 lalu.

Perjanjian kerjasama terkait uji antimicrobial resistance (AMR). Pelaksanaan pemeriksaan AMR yang dirintis di Pasuruan akan menjadi yang pertama di Indonesia. Hal tersebut menandai peran aktif BBTKLPP Surabaya bersama pemangku kepentingan kesehatan di daerah dalam upaya global terkait resistensi bakteri terhadap antibiotik. “Upaya ini akan menjadi bagian Global Antimicrobial Resistance Surveilans System (GLASS),” tegas Kepala BBTKLPP Surabaya DR. Hari Santoso SKM., M.,Epid, MH.Kes di sela-sela paparannya. GLASS merupakan sistem surveilans resistensi antimicrobial global yang menjadi bagian dari  program prioritas WHO untuk memastikan pencegahan dan pengobatan penyakit menular menggunakan medikasi yang aman dan efektif. Saat ini, Instalasi Uji AMR BBTKLPP Surabaya yang berada di Instalasi Laboratorium P2P Nongkojajar telah siap melakukan pemeriksaan resistensi Salmonella sp  dan E.coli pathogen.

Selain itu, pertemuan membahas tentang upaya pencabutan label Kabupaten Pasuruan sebagai daerah fokus pes. Semenjak kejadian wabah  tahun 1986/1987 dibarengi usaha luar biasa pencegahan dan pengendalian penyakit pes selama 30 tahun, tak lagi ditemukan adanya suspect pes positif pada rodent dan manusia. Oleh karena itu, status Kabupaten Pasuruan sudah layak ditinjau kembali. Untuk itu perlu dirintis langkah-langkah mencabut label daerah fokus pes dan merubahnya menjadi Pusat Rujukan Pencegahan & Pengendalian Penyakit Pes.

Tak cukup itu, BBTKLPP Surabaya mendukung Kabupaten Pasuruan sebagai pilot project pengembangan kawasan wisata sehat. Kawasan Tretes dipilih sebagai lokasi pengembangan embrio wisata sehat terutama memastikan jajanan yang dijual aman dan bebas boraks dan formalin. Untuk itu, BBTKLPP Surabaya menyokong dengan produk inovasi teknologi tepat guna pemeriksaan cepat boraks dan formalin serta melatih petugas puskesmas setempat.

Pasca penandatanganan kerja sama, ketiga belah pihak menindaklanjuti dengan pelaksanaan uji AMR dan diskusi teknis lanjutan untuk pengembangan kawasan wisata sehat serta rencana pencabutan status daerah fokus pes. (wan/nay)

btklsby.go.id

@btklsby

@btklsby

Informasi Pengunjung
IP Address
Location
: 52.91.245.237
: Indonesia